Padel: Olahraga Raket yang Lagi Hits Banget! Kini Jadi Gaya Hidup Anak Muda

DigiTripX.id – Tahu nggak sih, padel itu sebenarnya udah ada sejak tahun 1969 lho. Pertama kali di ciptakan di Meksiko oleh seorang pengusaha bernama Enrique Corcuera. Ceritanya, dia pengen banget main tenis tapi halaman rumahnya kekecilan. Akhirnya dia modifikasi lapangan tenis jadi lebih mungil dan dikasih di nding di sekelilingnya — dan voila! Padel pun lahir.
Dari Meksiko, olahraga ini menyebar ke Spanyol dan Argentina, dan sekarang udah jadi olahraga nomor dua terpopuler di Spanyol setelah sepak bola. Bahkan pada 2023, udah ada lebih dari 25 juta pemain aktif di lebih dari 90 negara. Keren banget kan?
Padel di Indonesia: Dari Nol ke Langit
Nah, kalau di Indonesia sendiri, ceritanya nggak kalah seru. Tahun 2021, jumlah lapangan padel di Indonesia Cuma sekitar 15 lapangan doang. Coba tebak sekarang berapa?
947 lapangan di tahun 2025! Itu naik 294,58% di banding tahun sebelumnya yang cuma 240 lapangan. Bahkan proyeksinya di 2026 bisa nyampe 2.527 lapangan. Bayangin, hampir 4 lapangan baru di bangun setiap hari.
Pertumbuhannya juga tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Garmin Connect 2025, aktivitas padel melonjak 1.684 persen — jauh banget di atas track running (124%) dan tenis (113%). Bahkan Google ncatat padel sebagai salah satu dari empat tren utama pencarian sepanjang 2025. Orang-orang pada sibuk googling soal peralatan, aturan main, sampai rekomendasi baju buat main padel.
Baca Juga : SEAKF 2026: Atlet Karate Sulawesi Selatan Sumbang Dua Medali untuk Indonesia
Kenapa Padel Bisa Se-Dahsyat Ini?
1. Gampang Dipelajari, Siapa Pun Bisa!
Beda sama tenis yang butuh teknik tinggi, padel lebih ramah pemula. Teknik dasarnya relatif mudah di pelajari. Lapangannya lebih kecil (10×20 meter) dan ada dinding kaca di sekelilingnya yang bisa di manfaatkan buat memantulkan bola — mirip kayak squash gitu. Hasilnya? Reli jadi lebih panjang dan seru, tapi nggak bikin kelelahan banget.
2. Gaya Hidup + Sosialisasi = Combo Juara!
Padel itu bukan cuma olahraga, tapi juga ajang nongkrong dan bersosialisasi. Banyak yang main padel buat ketemu teman baru, bangun jaringan profesional, atau sekadar mengisi waktu luang dengan kegiatan sehat. Komunitasnya pun tumbuh subur — dari yang awalnya cuma isi kurang dari 10 orang, sekarang nyaris tembus 1.000 anggota!
Bahkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menyebut padel sebagai “social sport” yang diminati banyak kalangan, termasuk mereka yang dulunya gemar main golf. Keren kan?
3. Bisa Dimainkan Semua Usia
Nggak cuma anak muda kok! Di Sulawesi Selatan, turnamen padel kini diikuti dari kategori usia dini sampai peserta berusia 50 tahun. Ini bukti kalau padel emang olahraga yang inklusif banget.
Lapangan di Mana-Mana, Komunitas di Mana-Mana
Jakarta jadi pusat terkuat perkembangan padel dengan proyeksi 695 lapangan di 2026. Tapi nggak cuma Jakarta, Bandung dan Surabaya juga ikut booming. Bahkan Bali jadi provinsi dengan tarif sewa lapangan termahal, rata-rata Rp430.875 per jam.
Komunitasnya juga makin banyak dan aktif. Ada turnamen antarkomunitas kayak Neobank Padel Tournament 2025 yang diikuti puluhan komunitas. Ada juga NPURE National Women’s Padel 2025 yang pecah rekor MURI dengan 500 peserta perempuan! Dan yang terbaru, ASICS Community Slam 2026 diikuti oleh 40 komunitas tenis dan 48 komunitas padel dari seluruh Indonesia.



