Unhas Perkuat Kapasitas Kelompok Usaha Tegar Mandiri melalui Pemasaran Digital

DigiTripX.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar pelatihan pemasaran digital bagi Kelompok Usaha Tegar Mandiri di Aula Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Maros, Kamis (20/8). Kegiatan yang di ikuti oleh 15 anggota kelompok usaha ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam mempromosikan produk olahan ikan tuna melalui platform digital.
Mengusung tema “Penguatan Kapasitas Kelompok Usaha Tegar Mandiri melalui Pendampingan Pemasaran Digital Produk Olahan Ikan Tuna di Kabupaten Maros”, kegiatan ini di rancang untuk menjawab tantangan perubahan perilaku konsumen yang kini lebih banyak beralih ke kanal digital. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi wadah bagi para peserta untuk memahami strategi promosi yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dukungan Penuh dari Dinas Perikanan Maros
Kegiatan ini secara resmi di buka oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maros, Muhisal, S.Pi., M.P. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Unhas yang di nilai sangat relevan dengan kebutuhan mendesak para pelaku usaha kecil di daerahnya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, pengetahuan dan keterampilan yang di peroleh para peserta dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengembangkan usaha. Pada akhirnya, peningkatan kapasitas tersebut di harapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan usaha dan kesejahteraan anggota kelompok,” ujar Muhisal, S.Pi., M.P.

Tantangan dan Solusi bagi Kelompok Tegar Mandiri
Kelompok Usaha Tegar Mandiri merupakan kelompok produktif yang bergerak di bidang pengolahan hasil perikanan, khususnya berbahan baku ikan tuna. Namun, selama ini mereka masih menghadapi kendala dalam hal perluasan pasar. Produk yang dihasilkan dinilai belum cukup dikenal oleh konsumen luas karena keterbatasan kemampuan promosi dan komunikasi pemasaran.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdian Unhas memberikan materi yang tidak hanya bersifat teoretis. Para peserta diajak untuk praktik langsung mengenal konsep dasar pemasaran digital, memanfaatkan media sosial sebagai etalase produk, mengembangkan konten visual yang menarik, serta menyusun narasi pemasaran yang kuat. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu kelompok membangun identitas merek dan menjangkau calon konsumen yang lebih luas.
Baca Juga : Unhas Bekali 10 Santri Abu Muhammad dengan Keterampilan Produksi Konten Dakwah Digital
Pendampingan Berkelanjutan Pasca-Pelatihan
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Hasanuddin, Dr. Andi Ahmad Hasan Tenriliweng, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan satu hari. Menurutnya, pendampingan lanjutan merupakan kunci untuk memastikan pengetahuan yang didapat dapat diimplementasikan secara nyata dalam kegiatan usaha sehari-hari.
“Kegiatan ini akan tetap kami kawal melalui pendampingan secara daring. Kami ingin memastikan apa yang diperoleh selama pelatihan dapat dipraktikkan oleh kelompok dalam aktivitas usaha mereka sehari-hari,” kata Andi Ahmad Hasan.
Ia juga membuka peluang untuk keberlanjutan program di tahun mendatang. “Jika memang masih diperlukan, kami akan berupaya mengajukan kembali kegiatan serupa pada tahun depan. Bagi kami, aspek keberlanjutan penting agar proses pemberdayaan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan pada kapasitas kelompok,” tambahnya.

Sinergi Tridharma untuk Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Pelatihan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Hasanuddin, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah (Dinas Perikanan Kabupaten Maros), dan kelompok masyarakat produktif ini diharapkan menjadi model sinergi yang efektif.
Dengan penguatan kapasitas promosi digital, produk olahan ikan tuna dari Maros diharapkan tidak hanya bersaing di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas. Pada akhirnya, peningkatan daya saing ini diharapkan berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan anggota Kelompok Usaha Tegar Mandiri secara berkelanjutan.



