Sultan Brunei Mendadak Cabut Gelar Menantu, Istri Pangeran Abdul Malik Kehilangan Status Kerajaan
DigiTripX.id – Kejutan besar menyelimuti Istana Nurul Iman, Brunei Darussalam. Sultan Hassanal Bolkiah secara mengejutkan mencabut gelar kerajaan “Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri” dari menantunya. Pengiran Raabi’atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah, istri dari Pangeran Abdul Malik Hassanal Bolkiah.
Keputusan kontroversial ini di umumkan secara resmi oleh Kantor Pengurus Rumah Tangga Istana (Office of the Grand Chamberlain) pada Sabtu (8/8/2026) dan berlaku efektif seketika.
Perintah Langsung Sultan
Pelaksana Tugas Pengurus Rumah Tangga Istana, Pengiran Haji Raffizanna bin Pengiran Haji Razali, mengonfirmasi bahwa pencabutan gelar ini merupakan titah langsung dari Sultan Hassanal Bolkiah.
Pengumuman tersebut juga di siarkan melalui televisi perdana Brunei pada Jumat malam. Menggemparkan publik yang menyaksikan sendiri pengumuman dramatis ini.
Perilaku Tak Pantas Jadi Pemicu
Menurut laporan dari lembaga penyiaran pemerintah RTB News, keputusan radikal ini di ambil setelah perilaku Pengiran Raabi’atul Adawiyyah di nilai tidak layak bagi seorang pasangan anggota keluarga kerajaan.
Tindakan menantu Sultan tersebut di sebut telah mencoreng nama baik monarki secara luas dan menunjukkan sikap tidak hormat yang nyata terhadap Sultan Hassanal Bolkiah, Raja Isteri Pengiran Anak Hajah Saleha, serta seluruh keluarga kerajaan Brunei.
Baca Juga : Pilot Malaysia Airlines Ditangkap di Soetta karena Bawa 70.000 Butir Ekstasi, Nilainya Rp60 Miliar!
Misteri di Balik Keputusan
Namun, yang membuat publik semakin penasaran, pihak istana sama sekali tidak memberikan rincian spesifik mengenai perilaku atau insiden yang memicu pencabutan gelar tersebut.
Pengumuman resmi hanya menyebutkan bahwa perilaku Pengiran Raabi’atul Adawiyyah di nilai tidak sesuai dengan kedudukannya sebagai bagian dari keluarga kerajaan. Hingga berita ini di turunkan, tidak ada keterangan publik mengenai peristiwa atau tindakan tertentu yang menyebabkan menantu Sultan kehilangan gelar kebanggaannya.
Nasib Selanjutnya Masih Misteri
Pengumuman resmi dari istana juga tidak mengungkapkan apakah akan ada tindakan sanksi lebih lanjut terhadap Pengiran Raabi’atul Adawiyyah ke depannya.
Dengan di cabutnya gelar “Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri”, Pengiran Raabi’atul Adawiyyah kini tidak lagi menyandang status kerajaan yang melekat padanya sejak menikah dengan Pangeran Abdul Malik. Gelar tersebut merupakan gelar kehormatan khusus yang di kurniakan kepada istri putra Sultan.
Hingga berita ini di tayangkan, belum ada pernyataan resmi dari Pangeran Abdul Malik maupun dari Pengiran Raabi’atul Adawiyyah sendiri terkait keputusan mengejutkan ini. Publik pun masih menunggu apakah akan ada kejelasan lebih lanjut mengenai “perilaku tak pantas” yang menjadi pemicu pencabutan gelar kerajaan ini.



