Mengenal Broad Peak, Gunung yang Menjadi Saksi Gugurnya Legenda Nirmal Purja
DigiTripX.id – Pernah dengar gunung yang punya julukan “si puncak lebar”? Yap, itu dia Broad Peak! Gunung yang mungkin belum sepopuler tetangganya, K2, tapi menyimpan segudang cerita seru dan tantangan menegangkan.
Bayangkan sebuah gunung yang bukan cuma punya satu puncak, tapi lima! Broad Peak memang istimewa. Dengan ketinggian tertinggi mencapai 8.051 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini duduk manis di posisi ke-12 sebagai gunung tertinggi di dunia.
Lokasinya? Super eksotis! Berdiri gagah di perbatasan dua negara keren—Pakistan (tepatnya di Gilgit-Baltistan) dan Tiongkok (di Xinjiang). Gunung ini adalah bagian dari pegunungan Karakoram yang megah, cuma sekitar 8 kilometer dari K2, si gunung tertinggi kedua di dunia. Bisa dibilang, Broad Peak ini tetangga dekatnya para raksasa!
Kenapa dinamakan “Puncak yang Luas”? Nah, ini dia fakta uniknya. Nama “Broad Peak” sendiri bukan berasal dari bahasa setempat, lho. Tahun 1892, seorang penjelajah Inggris bernama Martin Conway yang pertama kali memperkenalkan nama ini. Kenapa? Karena puncak gunung ini memiliki panjang lebih dari 15 kilometer—wah, super lebar banget kan? Conway terinspirasi dari gunung Breithorn di Pegunungan Alpen yang punya kemiripan nama.
Baca Juga : UNESCO Tetapkan Raja Ampat sebagai Cagar Biosfer Dunia!
Broad Peak punya lima mahkota sekaligus:
-
Broad Peak – 8.051 m (puncak tertinggi)
-
Rocky Summit – 8.028 m
-
Broad Peak Central – 8.011 m
-
Broad Peak North – 7.490 m
-
Kharut Kangri – 6.942 m
Kerennya, para pendaki sering menjadikan Broad Peak sebagai “latihan” sebelum mencoba menaklukkan K2 yang lebih ganas. Pendakian pertama yang berhasil tercatat pada Juni 1957 oleh empat pendaki asal Austria—Fritz Wintersteller, Marcus Schmuck, Kurt Diemberger, dan Hermann Buhl.
Tragedi yang Mengguncang: Kronologi Gugurnya Nirmal Purja
Di gunung yang megah ini lah tragedi pilu terjadi. Kabar duka datang pada awal Agustus 2026, di mana Nirmal Purja, pendaki legendaris asal Nepal, di konfirmasi tewas dalam ekspedisi menaklukkan Broad Peak.

Siapa Itu Nirmal Purja?
Buat kamu yang belum kenal, Nirmal Purja bukanlah pendaki biasa. Pria berusia 43 tahun ini adalah mantan tentara Gurkha dan anggota pasukan khusus Inggris, Special Boat Service (SBS). Namanya melambung setelah memecahkan rekor mendaki 14 gunung tertinggi di dunia hanya dalam 6 bulan 6 hari pada tahun 2019. Prestasi epik ini bahkan di abadikan dalam film dokumenter Netflix yang memukau banyak orang, 14 Peaks: Nothing Is Impossible.
Belum cukup sampai di situ, Purja juga tercatat sebagai pemegang 18 rekor Guinness World Records dan menjadi bagian dari tim Nepal pertama yang berhasil melakukan pendakian musim dingin di K2. Dalam unggahan terakhirnya di media sosial sebelum tragedi, ia menulis dengan haru, “Broad Peak, I ask for nothing but safe passage up and back down” (Broad Peak, aku hanya memohon perjalanan yang aman naik dan turun).
Kronologi Musibah di “Puncak Luas”
-
Rabu, 29 Juli 2026: Tim ekspedisi yang dipimpin oleh Purja berjumlah 10 orang, terdiri dari pendaki dan pemandu dari berbagai negara (Nepal, Pakistan, Oman, Amerika Serikat, dan Tiongkok), memulai pendakian.
-
Kamis, 30 Juli 2026, sekitar pukul 12.00 siang waktu setempat: Tragedi terjadi. Saat tim sedang mendaki di atas Camp 2 (pos pendakian kedua), longsoran salju (avalanche) dahsyat menerjang mereka. Komunikasi dengan tim pun terputus. Berdasarkan sinyal GPS, para pendaki di perkirakan terlempar sejauh satu kilometer ke bawah.
Baca Juga : Libanon: Negeri Aras yang Pernah Dijuluki Swiss-nya Timur Tengah hingga Paris-nya Arab
Proses Pencarian dan Identifikasi Korban
Setelah beberapa hari hilang kontak, kabar duka di konfirmasi oleh perusahaan ekspedisi yang didirikan Purja, Elite Exped, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. “Hari ini, dengan kesedihan yang mendalam dan patah hati yang luar biasa, kami mengonfirmasi bahwa Nirmal ‘Nimsdai’ Purja kehilangan nyawanya,” demikian bunyi pernyataan resmi mereka.
Tim pencari gabungan dari militer Pakistan, pemandu Sherpa, dan spesialis penyelamatan dataran tinggi langsung dikerahkan. Namun, upaya pencarian sempat terhambat oleh hujan salju lebat, angin kencang, dan jarak pandang yang buruk di ketinggian ekstrem.
Berikut daftar korban yang berhasil ditemukan:
-
Jumat, 31 Juli: Tiga jenazah ditemukan, yaitu Mallory Geis (AS), Nadhira Ahmed Abdullah Al Harthy (Oman), dan Pur Bahadur Gurung (Nepal).
-
Minggu, 2 Agustus: Tim darurat menemukan jenazah Purja bersama tiga korban lainnya: Wang Zhong (Tiongkok), Nima Sherpa (Nepal), dan Kili Pemba Sherpa (Nepal).
Total, 10 orang dinyatakan tewas dalam musibah ini, dengan 7 jenazah berhasil dievakuasi dan pencarian masih berlanjut untuk korban lainnya.



