Destination

UNESCO Tetapkan Raja Ampat sebagai Cagar Biosfer Dunia!

DigiTripX.idUNESCO resmi menetapkan Kepulauan Raja Ampat sebagai Cagar Biosfer Dunia baru. Pengakuan global ini sekaligus menjadikan Raja Ampat sebagai salah satu dari sedikit destinasi di dunia yang menyandang dua gelar internasional dari UNESCO, setelah sebelumnya meraih status Geopark Global pada 2023.

Luas Area Capai 135.000 Km Persegi

Dalam penetapannya, UNESCO mencatat bahwa Cagar Biosfer Raja Ampat mencakup wilayah sekitar 135.000 kilometer persegi dengan lebih dari 610 pulau. Dari jumlah tersebut, hanya 34 pulau yang di huni manusia.

Kawasan ini berada di jantung Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) dan memiliki ekosistem terumbu karang terkaya di dunia. Data UNESCO menunjukkan, lebih dari 75 persen spesies karang global1.320 spesies ikan karang, serta lima spesies penyu laut langka seperti penyu sisik dapat di temukan di sini. Sekitar 60 persen terumbu karang di Raja Ampat berada dalam kondisi baik hingga sangat baik.

Kemenpar Siapkan Langkah Konkret

Dilansir dari Detik.com, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) langsung bergerak cepat. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengaku telah meninjau langsung Raja Ampat untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata.

“Kita di sana melihat apa saja yang perlu di perbaiki. Misalnya harus ada penghitungan daya dukung dari setiap destinasi untuk diving, itu harus di hitung. Juga berapa jumlah kapal yang bisa datang ke sana,” ujar Menpar usai membuka Rakornas Pariwisata 2024 di Kantor Kemenpar, Rabu (20/5/2026).

Ia menegaskan bahwa data daya dukung tersebut harus didata oleh pemerintah daerah bersama asosiasi setempat.

Baca Juga : Penasaran dengan IKN? Ini Panduan Lengkap & Seru untuk Berkunjung!

136 Mooring Buoy untuk Lindungi Terumbu Karang

Langkah prioritas lainnya adalah pemasangan 136 unit mooring buoy (pelampung tambat) yang akan disebar di seluruh perairan Raja Ampat. Menpar menjelaskan, fasilitas ini krusial untuk menjaga keberlanjutan (sustainability) terumbu karang.

“Sekarang banyak sekali kapal berlayar di sana untuk diving dan berwisata, tapi jangkarnya di mana-mana. Kalau ada mooring buoy, kapal bisa menambatkan diri di situ sehingga tidak merusak terumbu karang,” jelasnya.

Fungsi Cagar Biosfer sebagai ‘Laboratorium Hidup’

Menurut UNESCO, cagar biosfer berfungsi sebagai laboratorium hidup tempat masyarakat, ilmuwan, dan pemerintah bekerja sama dalam tiga pilar utama: melestarikan keanekaragaman hayati, mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan, serta meningkatkan penelitian dan pendidikan.

Saat ini terdapat lebih dari 700 cagar biosfer di 130 negara, yang mendukung kehidupan sekitar 275 juta orang. Dengan dua gelar internasional tersebut, Raja Ampat kini menjadi model keseimbangan antara konservasi dan pemanfaatan wisata yang bertanggung jawab.

Digitripx

Your Digital Destination. Channel Youtube : DigiTripX Media

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button