Ditolak Jadi Hotelier karena Postur Tubuh, Anggiat Sinaga Malah Memulai dari Dapur

DIGITRIPX.ID — Tidak semua orang bisa langsung masuk melalui pintu yang diinginkannya. Ada yang harus mengetuk berkali-kali. Ada pula yang akhirnya menemukan jalan melalui pintu yang sama sekali tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Anggiat Sinaga mengalami itu.
Ia ingin berkarier di industri perhotelan. Namun, jalan menuju profesi yang diimpikannya tidak semulus yang dibayangkan. Postur tubuhnya menjadi salah satu penghalang ketika melamar sejumlah posisi.
Penolakan itu tidak membuatnya berhenti.
Anggiat akhirnya memulai perjalanan dari posisi steward. Pekerjaan yang dekat dengan dapur. Tugasnya mencuci piring dan memastikan peralatan makan kembali bersih setelah digunakan. Anggiat menyebutnya, “Saya bekerja di tempat basah.”
Bagi sebagian orang, pekerjaan itu mungkin bukan gambaran ideal dari sebuah karier di dunia perhotelan. Namun, bagi Anggiat, itulah pintu masuk yang tersedia.
Ia mengambil kesempatan tersebut.
Selama tujuh bulan, Anggiat menjalani pekerjaannya sebagai pencuci piring. Ada satu hal yang kemudian menjadi cerita tersendiri dalam perjalanan awal kariernya: selama bekerja, ia tidak pernah memecahkan piring.
Tujuh bulan bukan waktu yang sebentar untuk bertahan dalam pekerjaan yang mungkin tidak pernah menjadi cita-cita awalnya. Namun, justru dari posisi itulah Anggiat mulai membangun kepercayaan.
Perlahan, kesempatan datang.
Ia mendapat promosi menjadi night audit. Sebuah langkah yang membawanya keluar dari pekerjaan awal di dapur menuju tanggung jawab yang berbeda dalam operasional hotel.
Dari situ, perjalanan kariernya terus bergerak.
Kisah Anggiat memperlihatkan satu hal penting: memulai dari bawah bukan berarti harus berakhir di bawah. Posisi pertama seseorang tidak selalu menentukan posisi terakhirnya.
Yang menentukan adalah bagaimana seseorang memperlakukan kesempatan yang ada di hadapannya.
Anggiat tidak bisa mengubah penilaian orang terhadap postur tubuhnya. Namun, ia bisa menunjukkan kemampuan melalui pekerjaan yang dipercayakan kepadanya.
Ia tidak membalas penolakan dengan kemarahan. Ia menjawabnya dengan kerja.
Perjalanan itu menjadi salah satu bagian menarik dari kisah Anggiat Sinaga, yang kemudian menapaki jenjang karier di industri perhotelan hingga menjadi general manager.
Dari dapur, ia belajar tentang disiplin. Dari pekerjaan paling awal, ia belajar tentang ketekunan. Dan dari kesempatan yang tampaknya sederhana, ia membangun jalan menuju tanggung jawab yang lebih besar.
Barangkali, pelajaran terpenting dari kisah ini bukan tentang seberapa cepat seseorang mencapai puncak.
Melainkan tentang kesediaan untuk memulai, bahkan ketika orang lain belum melihat potensi yang ada dalam dirinya.
Simak kisah lengkap perjalanan Anggiat Sinaga dalam podcast Buka Kartu #004 di kanal YouTube : buka kartu – YouTube


