SPIDI Makkah: 35 Santriwati Menyusuri Jejak Sejarah Islam dalam Rihlah Perdana

DIGITRIPX.ID – Sebanyak 35 santriwati SPIDI Makkah mengikuti Rihlah Perdana dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di sekitar Kota Makkah, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengalaman belajar selama mengikuti program pendidikan di Tanah Suci.
Enam titik sejarah menjadi tujuan perjalanan, yakni Jabal Nur, Jabal Tsur, Arafah, Muzdalifah, Mina, dan Jamarat. Setiap lokasi menyimpan kisah penting dalam perjalanan Islam sekaligus menghadirkan pelajaran tentang keimanan, perjuangan, ketaatan, dan pembentukan karakter.
Di Jabal Nur, para santriwati diajak mengenal kembali peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Peristiwa yang diawali dengan perintah Iqra itu menjadi pengingat tentang pentingnya ilmu dalam kehidupan seorang Muslim.
Perjalanan berlanjut ke Jabal Tsur. Di tempat ini, mereka mempelajari kisah hijrah Rasulullah SAW bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq, termasuk keteguhan dan keyakinan keduanya ketika menghadapi ancaman kaum Quraisy.
Sementara di Arafah, para santriwati diajak mengenal sejarah Haji Wada dan pesan-pesan Rasulullah SAW dalam khutbahnya. Lokasi ini juga menjadi ruang refleksi untuk mengingat pengorbanan orang tua, mendoakan keluarga, dan mengevaluasi diri.
Adapun kunjungan ke Muzdalifah, Mina, dan Jamarat diarahkan untuk memahami makna ketaatan dan pengorbanan melalui kisah Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.
Direktur SPIDI Makkah, Ustadz Muthahhir Arif, Senin (26/10) menjelaskan, program rihlah mengarahkan santriwati agar perjalanan tersebut tidak berhenti sebagai kunjungan wisata sejarah. Para santriwati diharapkan mampu mengambil hikmah dari setiap peristiwa dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai itu, antara lain, mencintai ilmu, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, menghormati dan berbakti kepada orang tua, serta membangun kedisiplinan dalam menjalankan ibadah dan aktivitas belajar.
Rihlah Perdana ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran di luar ruang kelas yang melengkapi program SPIDI Makkah selama 75 hari. Para santriwati tidak hanya mempelajari sejarah Islam melalui materi pembelajaran, tetapi juga mengenal langsung lokasi-lokasi yang berkaitan dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
Melalui pengalaman tersebut, SPIDI Makkah ingin menghadirkan proses pendidikan yang menghubungkan pengetahuan, pengalaman, dan pembentukan akhlak.
“Perjalanan Rihlah memang berakhir pada hari itu. Namun, pelajaran dari setiap lokasi diharapkan terus hidup dalam keseharian para santriwati, baik selama berada di Makkah maupun ketika kembali ke Indonesia,” katanya. ($)



