Buka Kartu

Anggiat Sinaga, Loper Koran yang Tulisannya Dimuat di Koran

DIGITRIPX.ID — Setiap hari Anggiat Sinaga mengantar koran ke rumah-rumah pelanggan di Manado. Namun, ia tidak hanya tertarik pada pekerjaan mengantar dan menjual koran. Ia juga rajin membaca, belajar menulis, dan mencoba mengirimkan gagasannya ke media massa.

Ada sesuatu yang menarik dari perjalanan masa mudanya. Anggiat adalah seorang loper koran yang ingin tulisannya sendiri dimuat di koran. Kisah itu ia ceritakan dalam obrolannya bersama Prof. Akbar di podcast Buka Kartu Seri #004, Senin malam, 12 Oktober 2026 di VIP Legend Claro Hotel.

Masa muda Anggiat bukan perjalanan yang mudah. Kondisi ekonomi keluarga membuatnya harus berjuang untuk membiayai pendidikan. Di tengah keterbatasan itu, ia tetap berusaha melanjutkan sekolah hingga menempuh pendidikan perhotelan. Ia bekerja sebagai loper koran untuk membantu membiayai kebutuhannya.

Pekerjaan itu memberinya penghasilan. Tetapi, tanpa disadarinya, koran juga membuka ruang belajar yang lain. Anggiat membaca. Ia memperhatikan tulisan. Ia belajar menyampaikan gagasan.

Koran yang setiap hari diantarnya bukan hanya barang dagangan. Koran juga menjadi ruang yang memperkenalkannya pada dunia penulisan.

Dari Pengantar Koran Menjadi Penulis

Anggiat masih mengingat tulisannya yang pernah dimuat di Manado Post. Ia menulis tentang keluarga berencana (KB) dan pariwisata.

Gagasan yang diajukan cukup unik. Menurut pemikirannya ketika itu, keluarga berencana berkaitan dengan kemudahan seseorang menikmati perjalanan wisata. Dengan jumlah anak yang lebih sedikit, keluarga dianggap lebih mudah merencanakan perjalanan. Ia menghubungkan anjuran dua anak dengan kesempatan keluarga untuk bepergian dan menikmati pariwisata.

Tentu, itu merupakan cara berpikir seorang anak muda yang sedang belajar memahami hubungan antara persoalan keluarga dan kehidupan sosial. Namun, di balik gagasan tersebut, ada sesuatu yang lebih penting: keberanian untuk menulis.

Anggiat tidak berhenti pada kegiatan membaca. Ia mencoba menghasilkan tulisan sendiri dan mengirimkannya kepada media. Bayangkan situasinya. Pada pagi atau siang hari, ia mengantar koran kepada pelanggan. Pada kesempatan lain, ia berusaha agar tulisannya sendiri bisa dibaca orang. Ia menjadi bagian dari rantai distribusi berita sekaligus mencoba masuk ke dalam dunia yang menghasilkan berita dan gagasan.

Koran yang Mengajarkan Lebih dari Sekadar Membaca

Kisah Anggiat mengingatkan kita bahwa proses belajar tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Ada pelajaran yang diperoleh dari pekerjaan. Ada pengetahuan yang tumbuh dari kebiasaan membaca. Ada keberanian yang muncul ketika seseorang mencoba menuliskan pikirannya sendiri.

Anggiat menjalani semuanya di tengah keterbatasan ekonomi. Ia tidak menunggu keadaan menjadi mudah untuk mulai belajar. Ia memanfaatkan apa yang tersedia di sekitarnya.

Koran yang diantarnya menjadi sumber penghasilan sekaligus jendela pengetahuan. Dari sana, ia belajar bahwa seseorang tidak harus menunggu menjadi orang penting untuk mulai menyampaikan gagasan.

Perjalanan itu juga menunjukkan bahwa pekerjaan sederhana tidak harus membatasi cita-cita seseorang. Seorang loper koran bisa menjadi pembaca yang tekun. Pembaca yang tekun bisa belajar menulis. Dan seseorang yang berani mencoba bisa menemukan jalan yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan.

Kisah masa muda Anggiat Sinaga adalah pengingat bahwa kesempatan untuk berkembang kadang hadir dari hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan kita.

Ingin mendengar langsung kisah Anggiat Sinaga? Simak obrolan lengkapnya bersama Prof. Akbar dalam Buka Kartu Seri 004 di kanal YouTube Buka Kartu: buka kartu – YouTube

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button