Academy

Bumi Hampir Masuk Zaman Es Baru, Tapi Manusia yang Menghentikannya

DigiTripX.id – Alam sebenarnya sudah bersiap sekitar 2.000 tahun lalu. Lapisan es di kutub mulai tumbuh kembali, tanda bahwa Bumi hendak memasuki zaman es berikutnya. Tapi kini para ilmuwan menyebut peristiwa itu urung terjadi. Alasannya bukan karena meteor, bukan karena letusan gunung berapi, melainkan karena manusia sendiri.

Secara teknis, Bumi memang masih berada dalam masa zaman es yang berlangsung sejak 34 juta tahun lalu, karena es di Antartika dan Greenland tak pernah sepenuhnya mencair. Dalam kurun waktu itu, Bumi berulang kali berganti antara masa dingin yang membekukan daratan dan masa hangat yang mencairkannya. Kini, kita menikmati masa hangat yang di mulai sekitar 11.700 tahun lalu.

Tapi ada yang aneh dari pola alam itu

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lapisan es kuno di Amerika Utara sebenarnya mulai menyusut hingga ukuran terkecil sekitar 3.000 tahun lalu, lalu mulai tumbuh kembali 2.000 tahun silam. Semuanya berjalan sesuai pola yang telah berulang jutaan tahun. Hingga tiba-tiba berhenti.

“Proses itu baru saja dimulai, segalanya normal, zaman es berikutnya hendak tiba, dan tiba-tiba berhenti,” ujar Nicolás Young, peneliti dari Universitas Columbia yang memimpin kajian ini, seperti dikutip dari IFL Science, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga : Tim Pengabdian UNM : Inovasi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat!

Bukti dari sisa-sisa lapisan es di Kanada menunjukkan bahwa es terus tumbuh hingga sekitar 60 tahun lalu. Kemudian suhu naik, dan pertumbuhannya terhenti seketika. Pemanasan yang dipicu aktivitas manusia telah mencukupi untuk menahan laju pendinginan yang seharusnya terjadi.

Dampaknya bukan sekadar tertunda. Profesor Shaun Marcott memperkirakan perubahan iklim buatan manusia dapat menunda datangnya zaman es berikutnya selama ratusan ribu tahun.

“Manusia kini telah menjadi kekuatan geologis yang mampu menggagalkan siklus alami jutaan tahun dan mengubah iklim Bumi untuk masa depan yang jauh ke depan,” tulis tim peneliti dalam jurnal Science.

Bukan cuma soal es yang hilang

Perubahan ini tidak hanya berarti tidak ada es yang meluas. Hilangnya siklus zaman es akan berdampak pada sistem biologi dan fisik Bumi yang telah berevolusi bersamanya selama dua juta tahun terakhir. Jadi, bukan cuma soal cuaca panas atau dingin, ya.

Lalu, apakah Bumi akan kembali ke siklusnya jika emisi karbon dikurangi? Para ilmuwan menyebut kemungkinannya masih terbuka, tetapi hasilnya belum dapat dipastikan.

Yang jelas, manusia telah menorehkan jejak yang sangat besar, bukan hanya di permukaan Bumi, tapi juga dalam ritme alam yang sudah berjalan jutaan tahun. Jadi, mulai sekarang, mungkin kita perlu berpikir ulang tentang peran kita sebagai penghuni planet ini.

Digitripx

Your Digital Destination. Channel Youtube : DigiTripX Media

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button