Interest

SPIDI MAKKAH: Ibadah Tetap Nomor Satu

Living & Learning in Makkah Al-Mukarramah

DIGITRIPX.ID — Perjalanan belajar 35 siswi SPIDI Makkah di Tanah Suci dimulai dengan umrah. Begitu tiba di Makkah, ibadah menjadi agenda pertama yang dituntaskan rombongan. Tidak ada agenda lain yang mendahuluinya.

“Ibadah memang nomor satu,” ujar Direktur SPIDI Makkah, Ustadz Muthahhir Arif, kepada media.

Ia menegaskan, prinsip itu langsung diterapkan saat tiba di Tanah Suci, Makkah. Umrah, kata dia, menjadi kegiatan awal rombongan yang baru tiba di Tanah Suci.

Diikatakan, program SPIDI Makkah memang bukan sekadar perjalanan ke luar negeri untuk menambah pengalaman. Ada iman yang harus dikuatkan. Ada akhlak yang harus dibentuk. Dan ada ibadah yang tetap menjadi prioritas.

“Inilah awal program Living & Learning in Makkah Al-Mukarramah. Belajar sekaligus menjalani kehidupan di kota suci, selama dua setengah bulan,” sebutnya.

Sebanyak 40 orang berangkat dalam rombongan perdana ini. Terdiri atas 35 siswi dan lima pendamping dari unsur guru dan yayasan.

Rombongan bertolak dari Makassar pada Selasa, 13 Oktober 2026. Mereka terbang menuju Jakarta, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jeddah menggunakan Garuda Indonesia. Dari Jeddah, rombongan langsung menuju Makkah.

Perjalanan ini merupakan kelanjutan dari Grand Launching SPIDI Makkah pada 10 Oktober 2026. Setelah diperkenalkan secara resmi, program kini memasuki tahap yang lebih penting: pelaksanaan.

Bagaimana para siswi belajar? Apa yang mereka temukan di kota suci? Dan bagaimana pengalaman selama dua setengah bulan itu membentuk cara mereka memahami ilmu, iman, dan kehidupan?

Pertanyaan-pertanyaan itu akan dijawab melalui perjalanan mereka hari demi hari.

Di Makkah, ruang belajar tidak berhenti di dalam kelas. Para siswi dirancang untuk berinteraksi dengan lingkungan, memperdalam bahasa Arab, menelusuri sejarah Nabi Muhammad SAW, serta menjalani pengalaman ibadah secara langsung.

Sejarah tidak hanya dibaca dari buku. Jejak kehidupan Rasulullah SAW dipelajari melalui tempat dan kisah yang menyertainya. Bahasa tidak hanya dipelajari sebagai teori, tetapi digunakan dalam interaksi. Sementara kehidupan jauh dari rumah menjadi kesempatan untuk melatih kemandirian dan kedewasaan.

Namun, ada fondasi yang harus tetap dijaga.

Wawasan boleh meluas. Kemampuan bahasa boleh meningkat. Pengalaman boleh bertambah. Dunia boleh semakin terbuka.

Tetapi, semua itu harus berjalan bersama iman dan akhlak.

Sebab, pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang diperoleh. Pendidikan juga tentang bagaimana seseorang menempatkan pengetahuan itu dalam kehidupannya.

Dan bagi para santri SPIDI Makkah, perjalanan panjang tersebut dimulai dengan satu pelajaran mendasar.

Ibadah tetap nomor satu.

Dari Makkah Al-Mukarramah, perjalanan belajar itu dimulai.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button