Gunung Anak Krakatau Meningkatkan Aktivitas!
DigiTripX.id – Kalian pasti sudah dengar kabar terbaru tentang Gunung Anak Krakatau yang kembali menunjukkan reaksi tak biasa. Gunung yang berlokasi di Selat Sunda ini sedang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan.
Erupsi 25 Jam dan Status Siaga
Menurut laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung api aktif ini sempat mengalami rangkaian erupsi yang berlangsung terus-menerus selama 25 jam lamanya. Wah, pasti cukup mencekam ya. Namun kabar baiknya, intensitas erupsi kini sudah mulai mereda.
Status aktivitas Gunung Anak Krakatau sendiri hingga saat ini masih bertahan di Level III atau status Siaga. Jadi masyarakat tetap diminta waspada, ya!
Letusan terbaru tercatat pada Selasa, 8 September 2026 pagi pukul 05:34 WIB dengan amplitudo maksimum mencapai 44 mm dan durasi gempa 10 detik. Meskipun terdengar singkat, dampaknya cukup terasa.
Baca Juga : Mengenal Broad Peak, Gunung yang Menjadi Saksi Gugurnya Legenda Nirmal Purja
Kabar Baik untuk Penerbangan!
Awal September 2026, erupsi ini sempat menyemburkan abu vulkanik yang cukup pekat ke beberapa wilayah seperti Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Lampung. Akibatnya, beberapa bandara terpaksa ditutup sementara demi keselamatan penerbangan. Tentu ini bikin para traveler dan calon penumpang pesawat deg-degan, kan?
Namun, kabar baik datang dari BMKG! Berdasarkan pantauan terbaru, pergerakan angin kini membawa abu vulkanik menjauh dari daratan Indonesia dan mengarah ke Samudera Hindia. Hore! Kondisi ruang udara pun membaik.
Alhasil, Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara terdampak lainnya sudah kembali beroperasi secara normal sejak Selasa, 8 September 2026 pukul 00:01 WIB. Jadi buat kalian yang punya rencana perjalanan udara, tenang saja, semuanya sudah aman dan terkendali!
Waspada! Radius Aman 3 Kilometer
Meskipun abu vulkanik mulai menjauhi pemukiman dan jalur penerbangan, BPBD bersama PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Mereka mengeluarkan larangan keras bagi wisatawan, nelayan, dan masyarakat setempat untuk beraktivitas di sekitar kawasan rawan.
Catat ya! Masyarakat dilarang mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer untuk menghindari potensi bahaya lontaran batu pijar maupun gas beracun. Ini penting banget buat keselamatan kita semua!
Untuk warga yang masih terdampak sisa abu vulkanik, jangan lupa pakai masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan, ya!



