Interest

Fenomena PHK Massal karena AI Berbalik Arah!

DigiTripX.idGelombang efisiensi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang semarak dalam beberapa tahun terakhir kini berubah menjadi bumerang bagi sejumlah korporasi global. Alih-alih menuai keuntungan besar, banyak perusahaan justru di landa penyesalan setelah memutuskan merumahkan karyawannya demi mesin dan algoritma. Kebanyakan dari mereka kini di ketahui secara diam-diam merekrut kembali pekerja-pekerja yang sebelumnya di PHK.

55% Perusahaan Menyesali Keputusannya

Temuan ini terungkap dalam laporan terbaru dari Forrester Research, sebuah lembaga riset pasar dan konsultasi global asal Amerika Serikat. Sebagaimana di kutip oleh The Next Web pada Selasa (1/9/2026), survei tersebut mengungkap bahwa 55% perusahaan mengaku menyesal telah memberhentikan karyawannya karena AI.

Bahkan laporan yang sama memperkirakan bahwa, separuh dari pemutusan hubungan kerja (PHK) yang di kaitkan dengan adopsi AI akan di batalkan secara diam-diam dalam waktu dekat. Artinya, keputusan drastis mengganti manusia dengan mesin mulai di pandang sebagai langkah yang keliru.

Namun, kabar baik itu tidak serta-merta menguntungkan pihak pekerja. Forrester menambahkan bahwa pekerjaan yang kembali di buka tersebut kemungkinan besar di alihkan ke luar negeri (offshore) atau di tawarkan dengan upah yang jauh lebih rendah di bandingkan sebelumnya. Dengan kata lain, koreksi ini justru lebih menguntungkan perusahaan ketimbang kesejahteraan karyawan.

Ketakutan Pekerja Masih Tinggi

Di tengah perubahan haluan para pelaku usaha, kekhawatiran masyarakat awam terhadap AI tak kunjung padam. Berdasarkan jajak pendapat Reuters-Ipsos pada Juni 2026, tercatat 53% warga Amerika Serikat mengaku khawatir akan kehilangan pekerjaan akibat perkembangan teknologi ini.

Angka yang hampir identik juga muncul dari laporan Software Finder tahun 2026, yang menyebutkan bahwa 53% pekerja khawatir alat AI akan membuat peranan mereka terasa kurang penting di tempat kerja.

Baca Juga : Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Buka Kartu Malam Ini: Dari Petani Hingga Pimpinan Partai Pemenang Pemilu!

Bukti Nyata: Ford, Klarna, IBM hingga CBA Balik Kanan

Fenomena ini bukan sekadar angka di atas kertas. Sejumlah raksasa global telah membuktikannya di lapangan:

  • Ford — Perusahaan otomotif asal Amerika Serikat ini mengakui terlalu mengandalkan AI dalam proses pengembangan kendaraan. Mereka pun merekrut kembali lebih dari 350 engineer, sebagian di antaranya adalah mantan karyawan Ford sendiri.

  • Klarna — Perusahaan fintech Swedia yang memangkas sekitar 1.200 karyawan pada 2024, termasuk mengganti 700 petugas customer service dengan chatbot, kini mengakui bahwa langkah tersebut kebablasan. CEO Klarna, Sebastian Siemiatkowski, pun membuka kembali puluhan posisi baru untuk tenaga manusia.

  • IBM — Raksasa teknologi ini sebelumnya mengganti sebagian besar fungsi SDM-nya dengan AI. Namun, karena sistem tak mampu menangani 6% tugas yang bersifat kompleks dan etis, IBM berencana melipatgandakan perekrutan karyawan entry-level hingga tiga kali lipat pada 2026.

  • Commonwealth Bank of Australia (CBA) — Bank ini sempat memberhentikan lebih dari 40 staf layanan pelanggan dan menggantinya dengan bot suara AI. Namun, sistem tersebut gagal mengatasi permintaan nasabah, sehingga CBA terpaksa membatalkan PHK dan mengembalikan stafnya.

Ada yang Berbeda: Pelatihan hingga Bebas Pilih Alat

Meski banyak yang terburu-buru, beberapa perusahaan justru mengambil pendekatan lebih bijak. Ironclad, misalnya, merombak narasi adopsi AI dari sekadar efisiensi biaya menjadi akselerasi bisnis dengan memberikan pelatihan (upskilling) kepada karyawannya.

Superhuman memberikan wewenang penuh kepada tim operasional untuk memilih dan menjajal alat AI yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, Torani—produsen sirup berusia 103 tahun—bahkan memegang rekor luar biasa tanpa PHK selama lebih dari satu abad dengan menghapus kata “efisiensi” dan “akselerasi” dari budaya komunikasi perusahaannya.

Digitripx

Your Digital Destination. Channel Youtube : DigiTripX Media

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button