Academy

FK Unhas Gelar Leadership Training Perdana untuk Residen Bedah!

DigiTripX.id – Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) untuk pertama kalinya menggelar pelatihan kepemimpinan khusus bagi para dokter bedah yang tengah menempuh pendidikan spesialis atau residen. Pelatihan bertajuk Leadership Training Surgeon Plus One “As Curriculum of Life” itu berlangsung sehari penuh pada Sabtu (28/6/2026), pukul 08.00–17.00 WITA, di Ruang Rapat Prof. dr. John Piter, Lantai 3 Departemen Ilmu Bedah FK Unhas, dan diikuti 29 residen Program Studi Ilmu Bedah.

Berbeda dari pelatihan kepemimpinan pada umumnya, materi pelatihan ini berangkat dari gagasan dalam buku Surgeon Plus One — karya narasumber sekaligus fasilitator tunggalnya, Dr. dr. Ibrahim Labeda, Sp.B, Subsp.BD(K), FCSI. Ibrahim merupakan figur senior di dunia bedah nasional. Ia menjabat Ketua Kolegium Ilmu Bedah Indonesia (KIBI) dua periode, yakni 2018–2020 dan 2020–2022, serta dikenal sebagai staf pengajar Divisi Bedah Digestif FK Unhas dan mantan Ketua Program Studi Ilmu Bedah.

Lewat pelatihan ini, Ibrahim menekankan bahwa kompetensi dokter bedah masa depan tidak cukup ditopang keterampilan teknis semata. “Masa depan bedah dipenuhi harapan dan janji yang menggembirakan, namun juga dibayangi berbagai dilema dan hal yang belum menentu,” ujarnya.

Baca Juga : Dua Wajah Darurat Karakter: Pelecehan di FH UI , hingga Siswa SMA di Purwakarta yang Tak Hormati Guru!

Menurutnya, keterampilan non-teknis — termasuk kepemimpinan — cenderung meningkat selama masa pendidikan, tetapi menurun setelahnya bila tidak dilatih secara berkala. Latihan kepemimpinan sebenarnya tercantum sebagai kegiatan wajib dalam kurikulum standar pendidikan bedah, namun selama ini belum diberikan secara formal dan berkelanjutan.

“Pemenuhan latihan non-teknis secara formal, berkala, dan berkelanjutan diharapkan memberikan luaran yang optimal bagi pasien, meningkatkan keselamatan pasien, dan menciptakan kepuasan pasien,” katanya.

Pelatihan dibuka langsung oleh Ketua Program Studi Ilmu Bedah FK Unhas, Dr. dr. Sachraswaty R. Laidding, Sp.B, Sp.BP-RE, Subsp.K.M.(K), MHPE, yang menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

Dirancang dengan komposisi 40 persen teori dan 60 persen praktik, pelatihan digelar tatap muka penuh. Materinya disusun bertahap, mulai dari Refleksi Bersama, Filosofi Pohon Kehidupan, Keterampilan Non-Teknis, sesi inti “Surgeon Plus One As Curriculum of Life”, hingga Kisah-Kisah Inspiratif dan umpan balik di penghujung acara.

Baca  Juga : Eropa-Sentris Terpatahkan! Lukisan Gua Tertua di Dunia Ditemukan di Sulawesi!

Antusiasme tampak dari peserta. Salah seorang residen, dr. Anugerah, menilai pelatihan semacam ini penting untuk membangun karakter dokter bedah, khususnya dalam hal kepemimpinan. “Selama ini kami lebih banyak mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang mengarah ke aspek teknis. Pelatihan non-teknis seperti ini sangat penting untuk membangun karakter dokter bedah, terutama leadership,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan pelatihan perdana dan direncanakan rutin digelar di lingkungan Fakultas Kedokteran serta rumah sakit pendidikan Universitas Hasanuddin. Ke depan, tidak tertutup kemungkinan pelatihan dibuka untuk umum.

Empat manfaat ditargetkan bagi peserta: terbangunnya komunikasi dan kolaborasi yang efektif, terjaganya standar kompetensi, kemampuan mengelola tekanan, serta kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Dengan rekam jejak narasumber di tingkat nasional, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal pengarusutamaan keterampilan non-teknis dalam pendidikan bedah di Unhas.

Digitripx

Your Digital Destination. Channel Youtube : DigiTripX Media

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button