Meta Pasang Mata-mata di Komputer Karyawan: Bukan Buat Ngawasin, Tapi Latih AI!
DigiTripX.id – Pernah merasa gerak-gerik kamu di komputer diawasi bos? Kalo di Meta, jawabannya: iya, tapi bukan buat nyari-nyari kesalahan karyawan, melainkan buat ngajarin AI jadi makin pinter.
Perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp ini di laporkan memasang software pelacak di komputer para pegawainya di Amerika Serikat. Bukan main-main, software ini bisa merekam pergerakan mouse, klik, hingga ketikan keyboard. Bahkan, sistem yang dinamakan Model Capability Initiative (MCI) ini juga disebut-sebut bisa mengambil tangkapan layar secara berkala dari monitor karyawan.
Ngeri? Tenang dulu.
Ternyata langkah ini bukan bagian dari skenario Big Brother is watching you. Meta justru punya misi besar. Membangun agen kecerdasan buatan (AI) yang makin canggih dan bisa menjalankan pekerjaan secara mandiri. Gimana caranya? Ya dengan belajar dari kebiasaan karyawan itu sendiri.
“Di sinilah seluruh karyawan Meta dapat membantu model kami menjadi lebih baik, hanya dengan melakukan pekerjaan harian mereka,” begitu bunyi memo internal Meta yang dikutip dari Reuters, Kamis (23/4/2026).
AI Belajar Gimana Cara Klik Dropdown dan Pencet Shortcut
Ibaratnya, karyawan Meta sekarang jadi guru dadakan buat AI. Setiap gerakan memilih menu dropdown, menggunakan shortcut keyboard, hingga navigasi antar aplikasi akan di rekam dan di jadikan bahan latihan. Tugas-tugas yang selama ini masih sulit ditiru mesin ini di harapkan bisa di kuasai AI setelah “mencontek” aktivitas rutin para pegawai.
Andrew Bosworth, CTO Meta, bahkan blak-blakan soal visi masa depan perusahaannya. Ia ingin menciptakan lingkungan kerja di mana agen AI yang melakukan sebagian besar tugas, sementara manusia cukup berperan mengarahkan dan mengevaluasi hasilnya. Keren? Atau agak serem? Tergantung sudut pandang.
Baca Juga : Astronot Artemis II Nonton Film ‘Project Hail Mary’ Ryan Gosling Sebelum Misi ke Bulan, Terinspirasi?
Jangan Takut, Ini Bukan Buat Nilaib Kinerja!
Meta pun buru-buru kasih klarifikasi. Data yang di kumpulkan melalui MCI tidak akan digunakan buat menilai performa karyawan. Perusahaan juga mengklaim sudah menyiapkan perlindungan terhadap konten sensitif, meski sayangnya mereka belum merinci data seperti apa yang bakal di kecualikan.
Tapi Di Balik Itu Ada PHK Massal
Nah, ini yang bikin sedikit awkward. Di saat yang sama Meta gencar melatih AI-nya, mereka juga berencana memangkas sekitar 10% karyawan global mulai Mei nanti. Bahkan, bukan tidak ada kemungkinan PHK tambahan sepanjang tahun ini. Perusahaan juga mulai mendorong penggunaan agen AI untuk coding dan tugas teknis lainnya.
Bahkan Meta mulai menyatukan sejumlah fungsi pekerjaan dalam jabatan baru bernama “AI builder” dan membentuk tim khusus yang mengembangkan agen AI pembuat dan penguji produk secara otomatis.
Bikin Merinding Juga Sih…
Meski niatnya baik buat inovasi, praktik pemantauan aktivitas karyawan ini tetap bikin geleng-geleng kepala. Pengumpulan data kayak ketikan keyboard dan tangkapan layar di nilai meningkatkan pengawasan real-time terhadap pekerja kantoran, sesuatu yang sebelumnya lebih umum di terapkan pada pekerja logistik dan gig worker.
Pakar hukum ketenagakerjaan pun angkat bicara. Langkah seperti ini berpotensi menimbulkan masalah privasi, terutama di wilayah dengan regulasi super ketat kayak Eropa yang punya aturan GDPR. Selain itu, pengawasan intensif di nilai bisa menggeser keseimbangan kekuatan di tempat kerja jadi lebih menguntungkan perusahaan.



