Destination

Merayakan Natal di Luar Negeri? Pastikan Bukan di Negara Ini!

DigiTripX.id – Liburan sambil merayakan Natal di luar negeri? Kedengarannya seru banget! Tapi hati-hati, nggak semua negara ramah buat perayaan Natal yang meriah. Bahkan, di beberapa tempat, memasang pohon Natal atau pakai aksesoris bernuansa Christmas bisa bikin kamu bermasalah dengan hukum!

Biar liburan akhir tahunmu tetap chill tanpa kejadian yang nggak di inginkan, simak dulu yuk negara mana aja yang punya larangan atau pembatasan ketat untuk perayaan Natal. Cek daftarnya biar kamu nggak salah pilih destinasi!

1. Arab Saudi: Rayakan Natal dengan Diam-Diam

Buat yang mau liburan ke Arab Saudi, perlu tahu: negara ini melarang gereja, simbol-simbol Kristen, sampai pertemuan keagamaan terbuka. Keluarga Kristen di sana pun terpaksa merayakan Natal secara diam-diam di dalam rumah aja. Bahkan simbol kecil seperti pohon Natal atau salib bisa dianggap pelanggaran.

Banyak yang memilih untuk berpura-pura tidak merayakan Natal demi keamanan diri dan keluarga, terutama yang masuk Kristen dari keluarga Muslim—bisa kena hukuman berat. Meski ibadah privat secara tertulis diizinkan, tetap pernah ada razia perayaan Natal, seperti tahun 2012 saat lebih dari 40 orang ditangkap. Pada 2015, pemerintah juga menegaskan larangan ucapan “Selamat Natal” karena dianggap sebagai dukungan pada agama lain.

2. Korea Utara: Natal dalam Keheningan Total

Di bawah rezim Kim Jong Un, kebebasan beragama itu hampir nggak ada. Sejak 1948, perayaan Natal terbuka hampir enggak pernah ada karena ancamannya berat: penjara sampai hukuman mati!

Umat Kristen yang ingin merayakan Natal terpaksa melakukannya dalam keheningan total. Mulai dari berdoa berbisik di rumah, sampai berkumpul singkat di tempat tersembunyi seperti hutan atau ruangan gelap. Di sini, Natal bukan soal pohon lampu warna-warni, tapi soal keberanian mempertahankan iman tanpa suara.

Baca Juga : 5 Spot Sejarah Kekinian di Kota Makassar yang Wajib Kamu Kunjung!

3. Somalia: Larangan Natal Demi Keamanan

Somalia sudah lama melarang perayaan Natal dan Tahun Baru sejak 2009, ketika negara ini menerapkan sistem Syariah. Pemerintah menilai kedua perayaan ini nggak sesuai dengan ajaran Islam dan khawatir bisa memicu ancaman dari kelompok ekstremis.

Larangan ini khusus buat penduduk Muslim. Buat warga asing atau non-Muslim, perayaan masih diizinkan, tapi cuma di wilayah tertentu seperti kompleks permukiman, area PBB, atau markas pasukan perdamaian. Jadi jangan harap lihat dekorasi Natal meriah di tempat umum ya!

4. Tajikistan: Tahun Baru Tanpa Pohon & Sinterklas

Kalau kamu bayangkan malam Tahun Baru dengan kembang api, pohon Natal, dan tukar kado, Tajikistan jelas bukan tempatnya! Sejak 2015, negara ini melarang pesta Tahun Baru di tempat umum, termasuk larangan pohon Natal dan acara tukar kado di sekolah.

Pemerintah ingin menjaga masyarakat tetap sekuler dan mencegah budaya asing menggeser tradisi lokal. Bahkan tokoh seperti Sinterklas atau Bapak Frost udah nggak boleh muncul di TV sejak 2013. Jadi, jangan kaget kalau suasana akhir tahun di sini jauh dari gemerlap!

5. Brunei Darussalam: Natal Hanya di Balik Pintu Tertutup

Mau liburan ke Brunei? Perayaan Natal di sana jauh dari gemerlap dekorasi umum. Sejak 2014, Brunei melarang perayaan Natal di ruang publik karena pemerintah khawatir simbol Natal bisa memengaruhi keyakinan umat Muslim.

Meski begitu, umat Kristiani tetap boleh merayakan Natal, tapi harus secara tertutup dan wajib lapor ke otoritas setempat dulu. Hati-hati, pelanggar aturan ini berisiko kena denda hingga Rp280 juta atau penjara maksimal lima tahun. Serem, kan?

Liburan akhir tahun emang identik dengan kemeriahan, tapi pastikan kamu tahu dulu aturan di negara tujuan. Biar Natal dan Tahun Baru kamu tetap happy dan bebas drama, pilih destinasi yang aman dan nyaman buat kamu berkreasi merayakannya.

Digitripx

Your Digital Destination. Channel Youtube : DigiTripX Media

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button