Puluhan Kapal Tanker Minyak Terdampak Sanksi Baru AS!

DigiTripX.id – Setidaknya 65 kapal tanker minyak di berbagai penjuru dunia terpaksa menghentikan aktivitasnya setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan paket sanksi baru pada 10 Januari 2025. Keputusan ini membawa dampak besar bagi perdagangan minyak global, dengan banyak kapal kini berlabuh di berbagai lokasi strategis.
Kapal Tanker Lempar Jangkar di Lokasi Strategis
Mengutip dari Reuters, puluhan kapal tanker ini sebagian besar berada di lepas pantai China dan Rusia pada Senin (13/1). Sebanyak lima kapal memilih berlabuh di pelabuhan-pelabuhan China, sementara tujuh lainnya berada di Pelabuhan Singapura. Data dari MarineTraffic dan LSEG menunjukkan kapal-kapal tersebut juga tersebar di Laut Baltik dan Timur Jauh.
Sanksi Baru AS Menargetkan Rusia
Pada Jumat (10/1), Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada dua produsen minyak besar Rusia, yaitu Gazprom Neft dan Surgutneftegaz, serta 183 kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak Rusia. Langkah ini di sebut-sebut sebagai upaya menekan pendapatan Rusia yang di duga digunakan untuk mendanai perang di Ukraina.
Langkah ini membuat perdagangan kapal tanker semakin sulit. Beberapa pelabuhan besar, seperti Grup Pelabuhan Shandong di China, telah melarang kapal-kapal yang terkena sanksi untuk berlabuh. Selain itu, 25 kapal tanker lainnya di laporkan berada di lokasi berbeda, termasuk lepas pantai Iran dan dekat Terusan Suez.
Baca Juga : Cuaca Dingin Ekstrem Bikin Harga Minyak Dunia Makin Panas
Analis memperkirakan sekitar 10 persen dari armada kapal tanker minyak global kini terkena dampak langsung sanksi AS. “Sanksi ini menyusutkan pasokan kapal di pasar global. Namun, dampaknya akan terasa nyata jika eksportir lain mampu menggantikan volume minyak yang hilang,” ujar analis Jefferies, Omar Nokta, pada Senin (13/1).
Harga Minyak Dunia Melonjak
Harga minyak mentah dunia naik signifikan menyusul pengumuman sanksi baru AS. Pada perdagangan Senin (13/1), harga minyak mentah berjangka Brent naik sebesar US$1,48 atau 1,86 persen menjadi US$81,24 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik sebesar US$1,53 atau 2 persen menjadi US$78,10 per barel.
Sanksi yang lebih luas ini di perkirakan akan menghambat ekspor minyak mentah Rusia ke pembeli utama seperti China dan India. Sebanyak 1,5 juta barel per hari minyak Rusia diperkirakan terdampak, termasuk 750 ribu barel yang biasa diekspor ke China dan 350 ribu barel ke India.
Dampak Sanksi pada Pasar Global
Para analis memperkirakan bahwa sanksi ini akan memaksa China dan India, dua importir minyak terbesar dunia, untuk mengalihkan pasokan mereka ke Timur Tengah, Afrika, atau Amerika. Hal ini diperkirakan akan meningkatkan biaya pengiriman sekaligus mendorong lonjakan harga minyak global.
Dengan dinamika yang terus berubah, pasar energi global kini menghadapi tantangan baru. Sanksi ini bukan hanya menekan Rusia, tetapi juga menimbulkan dampak domino pada perdagangan minyak dunia yang lebih luas. Dunia kini menanti langkah-langkah berikutnya untuk mengatasi tantangan ini.