Interest

Perang Timur Tengah: Serangan Udara dan Ketegangan Meningkat

DigiTripX.id – Ketegangan di Timur Tengah terus memanas. Pada akhir pekan lalu, militer Amerika Serikat (AS) dan Inggris melancarkan tiga serangan udara ke wilayah Saada di barat laut Yaman, wilayah yang dikenal sebagai benteng utama kelompok bersenjata Houthi. Mengutip laporan dari Anadolu Agency pada Minggu (5/1/2025), serangan ini menambah deretan panjang konflik di kawasan tersebut.

Menurut laporan TV Al-Masirah yang berafiliasi dengan Houthi, “Pesawat agresi Amerika-Inggris melancarkan tiga serangan di Saada timur.” Namun, detail lokasi dan dampak serangan ini tidak di jelaskan lebih lanjut. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak AS, Inggris, atau Arab Saudi mengenai serangan tersebut.

Houthi dan Solidaritas untuk Gaza

Sejak akhir 2023, kelompok Houthi aktif melancarkan serangan terhadap kapal kargo yang terkait dengan Israel di Laut Merah menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak. Serangan ini, menurut Houthi, adalah bentuk solidaritas terhadap Gaza yang mengalami genosida oleh Israel sejak Oktober 2023.

Sebagai respons, koalisi yang di pimpin AS telah meluncurkan serangan udara ke posisi-posisi yang di duga milik Houthi sejak awal 2024. Hal ini memicu Houthi untuk menganggap kapal-kapal AS dan Inggris sebagai target militer.

Baca Juga : Dermaga Terapung AS di Gaza Siap Beroperasi Lagi

Kecaman Keras dari Iran

Iran, sekutu dekat Houthi, mengutuk keras serangan udara di Saada. Esmail Baqaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menyatakan bahwa tindakan ini melanggar hukum internasional dan kedaulatan Yaman.

“Tindakan agresi ini akan menyebabkan ketidakamanan dan ketidakstabilan lebih lanjut di kawasan Asia Barat,” ujar Baqaei seperti di laporkan oleh Tehran Times. Ia juga menyoroti keterlibatan AS dan Inggris dalam mendukung Israel sebagai bentuk kejahatan internasional terhadap rakyat Gaza. Baqaei mengimbau negara-negara Islam untuk bersatu menghentikan kekerasan di Palestina.

Peringatan dari PBB

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut mengeluarkan peringatan mengenai eskalasi konflik ini. Khaled Khiari, Asisten Sekretaris Jenderal untuk Timur Tengah, Asia, dan Pasifik, menyoroti potensi bahaya bagi stabilitas regional akibat ketegangan yang meningkat.

“Kita harus segera membalikkan arah negatif ini dan mendukung upaya untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah,” ujar Khiari. Ia juga menyoroti dampak buruk serangan udara Israel terhadap infrastruktur vital di Yaman, seperti pelabuhan dan pembangkit listrik, yang mengancam kelangsungan operasi kemanusiaan.

Baca Juga : Israel Lancarkan Serangan Udara dan Darat ke Gaza!

Ancaman Konflik Meluas

Houthi telah melancarkan 11 serangan yang menargetkan Israel sejak Desember 2024, termasuk serangan rudal yang menyebabkan kerusakan di Ramat Gan dan Jaffa. Israel merespons dengan serangkaian serangan udara yang menargetkan pelabuhan, bandara, dan infrastruktur lainnya di wilayah yang dikuasai Houthi.

Analis internasional khawatir eskalasi ini dapat menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih luas, menjadikan Yaman sebagai “Gaza Jilid Tiga” setelah Gaza dan Lebanon. Risiko ini tidak hanya mengancam keamanan, tetapi juga memperparah krisis kemanusiaan di kawasan tersebut.

Seruan untuk Perdamaian

Di tengah eskalasi konflik, seruan untuk perdamaian semakin mendesak. Masyarakat internasional diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mengakhiri penderitaan di Yaman, Gaza, dan seluruh kawasan Timur Tengah. Kerja sama global sangat dibutuhkan untuk mencegah tragedi kemanusiaan yang lebih besar dan memastikan stabilitas jangka panjang di wilayah ini.

Digitripx

Your Digital Destination. Channel Youtube : DigiTripX Media

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button