Spotify ON, Kerja Lancar! Ternyata Ini Rahasia ‘Soundtrack’ Produktivitasmu!
DigiTripX.id – Pernah nggak sih, hari terasa berat, mata mulai ngantuk, dan tugas menumpuk kayak gunung? Coba cek, mungkin yang kurang cuma… playlist yang tepat! Yes, mendengarkan musik sambil kerja udah kayak ritual wajib. Tapi ternyata, nggak semua musik cocok.
Ada yang bikin fokus makin tajam, eh ada juga yang malah bikin kamu ikut dance di kursi. Yuk, kita telusuri gimana sih cara bikin irama musik jadi teman sejiwa yang bikin kerjaan makin asyik dan efisien!
Riset dari Universitas Birmingham mengungkapkan, musik dengan tempo sedang bisa meningkatkan performa kognitif. Sementara itu, aplikasi streaming seperti Spotify dan Apple Music melaporkan lonjakan playlist “Focus” atau “Work From Home” lebih dari 40% sejak tren hybrid work. Musik yang dipilih dengan tepat benar-benar bisa jadi power-up buat otak kita.
The Science of Beat: Kenapa Musik Bisa Bantu Kita Fokus?
Ngelagu sambil ngetik? Itu wajar! Kata ilmuwan, musik yang kita sukai bisa memicu pelepasan dopamin, si hormon kebahagiaan, yang bikin mood jadi positif dan mengurangi stres. Dengan mood yang bagus, tantangan kerja pun terasa lebih ringan. Musik instrumental atau tanpa lirik sering jadi pilihan karena minim gangguan, bikin otak nggak “kebanjiran” informasi.
Baca Juga : Sekolah Mahal Bukan Kunci Sukses! Ternyata Ini Rahasia Sebenarnya Menurut Pakar Stanford
Genre Apa yang Cocok Buat Apa?
Nggak bisa satu playlist buat semua! Ini panduan singkatnya:
-
Lo-Fi Hip Hop & Instrumental: Juara untuk tugas administratif, membalas email, atau analisis data yang butuh ketenangan.
-
Classical (Mozart, Bach): Cocok banget untuk kerja yang butuh konsentrasi tinggi kayak programming, menulis, atau desain.
-
Nature Sounds/Ambient: Pas buat meditasi atau saat butuh penyegar di sela-sela meeting marathon.
-
Upbeat Pop/Rock: Bisa dipakai untuk tugas kreatif seperti brainstorming ide atau desain yang butuh semangat.
-
Hati-hati dengan Lirik: Kalau kerjaannya baca atau nulis panjang, lagu dengan lirik bisa bikin pikiran “teler” antara fokus sama nyanyi.
Tips Dari Para “Pekerja Bersoundtrack”
-
Volume “Goldilocks”: Jangan terlalu keras (ganggu) atau terlalu pelan (nggak kedengeran). Cari yang pas, cukup jadi latar belakang.
-
Timer Playlist: Bikin playlist sesuai durasi “sprint kerja” kamu, misal 50 menit kerja, 10 menit istirahat. Musik berhenti jadi tanda waktu istirahat.
-
Koleksi Berdasarkan Mood: Punya playlist “Monday Blues”, “Deadline Warrior”, atau “Creative Juice”. Sesuaikan dengan kebutuhan harian.
Nggak Cocok? Ya Nggak Usah Dipaksain!
Dan ini penting: beberapa orang justru lebih produktif dalam keheningan total. Dan itu normal banget! Intinya adalah mengenali diri sendiri. Kalau musik malah bikin kamu sulit mikir, ya udah, silence is golden.
Di sisi lain, beberapa penelitian mengingatkan bahwa untuk tugas belajar yang sangat kompleks dan baru, musik bisa jadi distraksi. Juga, bagi lingkungan kerja terbuka, penggunaan earphone perlu diatur dengan kesepakatan bersama agar tidak mengganggu komunikasi tim.
Jadi, sudah siap meracik “ramuan ajaib” produktivitasmu hari ini? Coba eksperimen dengan berbagai genre, perhatikan respons kerjamu, dan ciptakan soundtrack khas yang bikin kamu makin enjoy menjalani hari. Karena kerja yang berkualitas itu bukan cuma tentang what you do, tapi juga how you feel while doing it. Selamat mendengarkan dan semangat bekerja!



