Interest

Catatan Kelam Akhir Tahun: Kecelakaan Pesawat Desember 2024

DigiTripX.id – Desember 2024 menjadi salah satu bulan tergelap bagi dunia penerbangan internasional. Berbagai kecelakaan pesawat terjadi di sejumlah negara, membawa duka mendalam bagi banyak keluarga. Cuaca buruk, masalah teknis, hingga insiden tak terduga disebut sebagai penyebab utama. Bahkan, pada Minggu (30/12) saja, empat kecelakaan terjadi dalam waktu bersamaan di lokasi yang berbeda.

Berikut adalah rangkuman insiden kecelakaan pesawat selama Desember 2024:

1. Tragedi Jeju Air di Korea Selatan

Jeju Air mencatatkan kecelakaan paling tragis pada Minggu (29/12). Pesawat yang hendak mendarat di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, itu mengalami masalah serius, menyebabkan 179 dari 181 orang di dalamnya meninggal dunia. Hanya dua pramugari yang berhasil selamat.

Insiden bermula ketika pesawat yang terbang dari Bangkok, Thailand, mendekati landasan pacu. Rekaman video menunjukkan asap mengepul dari mesin sebelum api melahap badan pesawat. Diduga, mesin pesawat rusak setelah menabrak kawanan burung, sementara roda pendaratan tidak berfungsi, menyebabkan pesawat kehilangan kendali saat mendarat.

2. Insiden di Papua Nugini

Pada 22 Desember, pesawat Britten-Norman BN-2B-26 Islander mengalami kecelakaan di Lembah Sapmangan, Papua Nugini. Pesawat ini menabrak area hutan dan baru ditemukan keesokan harinya dalam kondisi hancur. Lima orang tewas dalam insiden ini.

Menurut laporan situs penerbangan Flight Safety, cuaca buruk diduga menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan.

Baca Juga : Pesawat Azerbaijan Airlines: Dugaan Rudal Rusia di Balik Tragedi

3. Air Canada 2259 Tergelincir di Kanada

Tak lama setelah tragedi Jeju Air, Air Canada 2259 mengalami insiden saat mendarat di Kanada pada Sabtu pukul 21.30 waktu setempat (Minggu, 01.30 WIB). Pesawat tergelincir di landasan pacu, menyebabkan salah satu mesinnya terbakar.

Rekaman di dalam kabin menunjukkan kepanikan para penumpang saat api terlihat di sayap pesawat akibat gesekan dengan landasan pacu. Meski begitu, semua penumpang dan awak, sebanyak 73 orang, berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa. Beberapa penumpang mengalami luka ringan.

Penumpang bernama Nikki Valentine menyebut bahwa salah satu ban pesawat tidak berfungsi dengan baik saat pendaratan, yang diduga menjadi pemicu kecelakaan.

4. Pesawat Jatuh di Uni Emirat Arab (UEA)

Sebuah pesawat ringan milik Jazirah Aviation Club jatuh di lepas pantai Ras Al Khaimah, UEA, pada Minggu. Kedua awak pesawat, yaitu pilot dan kopilot, tewas dalam insiden ini.

Pesawat tersebut jatuh tak lama setelah lepas landas dari dekat Hotel Cove Rotana, yang terletak di sepanjang pantai Ras Al Khaimah. Otoritas Penerbangan Sipil Umum (GCAA) menyebut bahwa pesawat kehilangan kontak radio sebelum mencoba melakukan pendaratan darurat.

5. KLM Boeing 737-800 Tergelincir di Norwegia

Di Norwegia, pesawat KLM Boeing 737-800 tergelincir saat melakukan pendaratan darurat di Bandara Oslo Sandefjord Torp. Pesawat ini mengalami kerusakan pada sistem hidrolik yang memaksa pilot mengambil langkah darurat.

Meski tidak ada korban jiwa, enam awak pesawat mengalami luka ringan. Pesawat dengan nomor penerbangan KL1204 ini terbang dari Oslo menuju Amsterdam, tetapi terpaksa kembali ke Oslo tak lama setelah lepas landas karena masalah teknis.

6. Pesawat Jatuh di Uni Emirat Arab (UEA)

Sebuah pesawat ringan milik Jazirah Aviation Club jatuh di lepas pantai Ras Al Khaimah, UEA, pada Minggu. Kedua awak pesawat, yaitu pilot dan kopilot, tewas dalam insiden ini.

Pesawat tersebut jatuh tak lama setelah lepas landas dari dekat Hotel Cove Rotana, yang terletak di sepanjang pantai Ras Al Khaimah. Otoritas Penerbangan Sipil Umum (GCAA) menyebut bahwa pesawat kehilangan kontak radio sebelum mencoba melakukan pendaratan darurat.

Refleksi Akhir Tahun

Rangkaian kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dalam dunia penerbangan masih menghadapi tantangan besar. Investigasi atas berbagai insiden ini diharapkan memberikan pelajaran berharga untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Digitripx

Your Digital Destination. Channel Youtube : DigiTripX Media

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button