
DigiTripX.id – Tahu nggak sih kalau kecerdasan buatan alias AI kini jadi medan perang panas antara dua raksasa dunia, China dan Amerika Serikat? Yup, dua negara ini sama-sama menempatkan AI sebagai teknologi strategis masa depan. Tapi, ada kabar mengejutkan nih, AI buatan China di sebut-sebut sudah lebih canggih dari AI buatan AS.
Beda sama Amerika yang seringkali bikin teknologi eksklusif, perusahaan-perusahaan China justru memilih jalan open source alias gratisan. Ini berarti siapapun bisa download, utak-atik, dan kembangkan AI mereka secara bebas. Keren, kan?
Open Source Jadi Senjata Rahasia China
Melansir dari CNBC International, meskipun OpenAI (di bantu Microsoft) jadi pionir teknologi AI seperti ChatGPT, industri AI di China berkembang pesat berkat pendekatan open source. Jadi, meski Amerika ngeblokir penjualan teknologi AI canggih dan chip khusus ke China, mereka tetap bisa berinovasi dengan caranya sendiri.
Salah satu contoh paling kece? Teknologi AI yang dibuat oleh Alibaba bernama Qwen. Qwen ini langsung jadi primadona di platform AI seperti Hugging Face. Kalau kamu belum tahu, Hugging Face adalah tempat di mana developer bisa berbagi dan menyimpan model AI canggih.
Baca Juga : NASA Tanpa Sengaja Membunuh Alien di Mars pada 1970-an?
Kenapa Qwen Begitu Populer?
Menurut Tiezhen Wang dari Hugging Face, Qwen sukses besar karena:
- Performa Luar Biasa – Qwen mencatat hasil memukau dalam berbagai benchmark kompetitif.
- Lisensi Fleksibel – Mudah digunakan tanpa harus ribet urusan hukum.
- Banyak Pilihan Ukuran – Mulai dari model kecil sampai yang super besar (parameter tinggi).
Mau yang performa tinggi tapi hemat biaya? Bisa. Mau yang powerfull tapi siap untuk komputasi raksasa? Juga ada! Intinya, Qwen itu fleksibel abis. “Apapun ukurannya, Qwen adalah salah satu model dengan kinerja terbaik saat ini,” kata Wang.
DeepSeek-R1: Penantang OpenAI yang Baru
Nggak cuma Alibaba, ada juga perusahaan China lain yang bikin heboh, yaitu DeepSeek. Mereka baru aja ngerilis DeepSeek-R1, model AI yang katanya bisa bersaing langsung sama produk OpenAI dalam menangani tugas-tugas super kompleks. Makin seru aja nih persaingannya!
Menurut Grace Isford dari Lux Capital, kontribusi China di dunia AI open source memang bikin takjub. “Dalam setahun terakhir, kita lihat AI buatan China berkembang pesat. Mereka nggak cuma murah, tapi juga punya kinerja tinggi dan throughput yang bikin lancar jaya,” katanya.
Kenapa China Getol Banget Open Source?
Nggak cuma soal teknologi, ada strategi besar di balik langkah China ini. CNBC menyebut kalau tujuan utama China ngebuka AI mereka ke publik adalah untuk menggandeng lebih banyak developer dan membangun komunitas global. Mirip-mirip sama strategi Meta dengan LLama, model open source mereka.
Tapi ada keuntungan tambahan buat China nih. Dengan model AI open source, teknologi buatan mereka bisa diadopsi lintas batas geopolitik. Alias, AI mereka nggak cuma dipakai di China aja, tapi bisa mendunia! “Perusahaan China pengen model AI mereka dipakai secara global. Ini cara mereka jadi pemain kelas dunia di industri AI,” kata Paul Triolo dari DGA Group.
Masa Depan AI di Tangan Open Source?
Jadi, gimana nih menurut kalian? Strategi China yang mengandalkan AI open source ini terbukti bikin mereka ngebut di industri AI, meskipun dibatasi oleh kebijakan AS. Dengan inovasi seperti Qwen dan DeepSeek-R1, nggak heran kalau AI buatan China jadi favorit para developer global.
Buat kamu yang tertarik ngulik teknologi AI, model open source dari China ini bisa jadi surga gratisan buat eksplorasi ide-ide kreatif. Siapa tahu, next big thing datang dari tangan anak muda kayak kamu!